Friday, 17 April 2026
Pendidikan

Mendikdasmen Resmikan 53 Sekolah Hasil Revitalisasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah

ACEH TENGAH – Sebanyak 53 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setelah proses revitalisasi rampung. Peresmian sekolah hasil program revitalisasi tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Kamis, 29 Januari 2026.

Abdul Mu’ti menyampaikan, program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2025 telah selesai sepenuhnya dan kini dapat dimanfaatkan kembali oleh peserta didik dan tenaga pendidik di wilayah terdampak bencana.

“Program revitalisasi sekolah tahun 2025 sudah tuntas 100 persen dan saat ini sudah bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar, baik di Aceh Tengah maupun Bener Meriah,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan. 

Ia merinci, dari total 53 sekolah yang direvitalisasi, sebanyak 36 sekolah berada di Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah. Sekolah-sekolah tersebut mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Abdul Mu’ti berharap daerah-daerah yang terdampak bencana tetap menjadi prioritas dalam program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran berikutnya.

“Mudah-mudahan pada tahun 2026, daerah terdampak bencana kembali diprioritaskan untuk menerima bantuan revitalisasi sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan program revitalisasi sekolah di berbagai daerah.

Di sisi lain, Abdul Mu’ti juga menyoroti masih adanya sekolah di Aceh yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya SMP Negeri 22 yang dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Insya Allah sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan unit sekolah baru pada tahun 2026. Termasuk SD Negeri 12 Bintang yang juga kami kunjungi, di mana bagian belakang sekolah terdampak longsor,” katanya.

Selain infrastruktur, ia mengaku menerima berbagai masukan terkait kebutuhan pendukung pembelajaran, seperti penambahan jaringan internet berbasis satelit Starlink dan sarana pendukung lainnya.

“Kami akan memastikan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Mudah-mudahan proses belajar mengajar bisa berjalan lebih baik, apalagi sekolah ini juga telah menerima bantuan Indonesia Financing Program (IFP) dari Presiden,” pungkas Abdul Mu’ti.***

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *