Kerja sama pengangkutan batu bara senilai Rp6 triliun untuk periode lima tahun resmi disepakati PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan PT Global Energi Lestari (GEL Group). Penandatanganan kontrak berlangsung di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026, oleh Direktur Utama MBSS Sugeng Pangraksa dan Direktur GEL Group Johnson Hartawan, disaksikan jajaran direksi serta manajemen kedua perusahaan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, volume pengangkutan ditargetkan mencapai 500.000 metrik ton per bulan atau sekitar 6 juta ton per tahun. Dengan masa kontrak lima tahun, total volume pengangkutan berpotensi mencapai 30 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Kontrak ini diperkirakan memberikan potensi pendapatan rata-rata Rp1,2 triliun per tahun bagi MBSS. Namun, realisasi pendapatan akan bergantung pada pelaksanaan jasa dan volume pengangkutan yang terealisasi, bukan angka yang sudah pasti di tangan.
Pengangkutan batu bara akan dilakukan dari sejumlah wilayah muat, antara lain Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Sementara itu, tujuan pengiriman akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional GEL Group, baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun pasar ekspor.
Dalam pelaksanaan kontrak, MBSS akan mengoperasikan armada kapal tunda dan tongkang (tug and barge) serta kapal kelas handymax hingga supramax sesuai kebutuhan rute pengangkutan. Kombinasi armada ini memungkinkan pengangkutan dari pelabuhan muat yang beragam menuju tujuan akhir.
Kontrak jangka panjang tersebut menjadi bagian dari rencana MBSS memperbesar kapasitas bisnis logistik maritimnya. Pada 2027, perusahaan menargetkan ekspansi armada kapal secara signifikan melalui penambahan kapasitas yang dilakukan secara bertahap dan terencana, untuk mendukung kebutuhan pengangkutan GEL Group sekaligus meningkatkan pemanfaatan armada yang telah dimiliki.
“Kepercayaan GEL Group melalui kontrak lima tahun ini menjadi bukti kesiapan MBSS dalam melayani pengangkutan batu bara berskala besar secara andal. Kontrak ini memberi kami basis volume yang kuat untuk melangkah ke tahap ekspansi berikutnya, dan kami berkomitmen menjaga ketepatan waktu, keselamatan, serta efisiensi di setiap pengiriman,” ujar Sugeng.
Bagi industri logistik batu bara, kontrak lima tahun dengan volume yang pasti menjadi fondasi penting di tengah fluktuasi harga komoditas. Kepastian volume memungkinkan perusahaan merencanakan investasi armada tanpa harus menebak-nebak permintaan dari tahun ke tahun.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Kerja sama pengangkutan batu bara senilai Rp6 triliun untuk periode lima tahun resmi disepakati PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan PT Global Energi Lestari (GEL Group).
- Dengan masa kontrak lima tahun, total volume pengangkutan berpotensi mencapai 30 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
- Namun, realisasi pendapatan akan bergantung pada pelaksanaan jasa dan volume pengangkutan yang terealisasi, bukan angka yang sudah pasti di tangan.
- Dalam pelaksanaan kontrak, MBSS akan mengoperasikan armada kapal tunda dan tongkang (tug and barge) serta kapal kelas handymax hingga supramax sesuai kebutuhan rute pengangkutan.
- Pada 2027, perusahaan menargetkan ekspansi armada kapal secara signifikan melalui penambahan kapasitas yang dilakukan secara bertahap dan terencana, untuk mendukung kebutuhan pengangkutan GEL Group sekaligus meningkatkan pemanfaatan armada yang telah dimiliki.


