Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menjadi satu-satunya kepala daerah asal Pulau Sulawesi yang namanya masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2029 berdasarkan hasil survei terbaru lembaga Indonesia Political Opinion (IPO). Survei itu digelar pada periode 12-20 Oktober 2026.
Dalam hasil survei tersebut, nama Anwar Hafid mencatatkan perolehan top of mind sebesar 0,2 persen apabila pemilihan presiden digelar saat ini. Sejumlah tokoh nasional lainnya mencatatkan tingkat dukungan yang bervariasi, yakni Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, Mahfud MD 2,9 persen, dan Pramono Anung 2,5 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan kemunculan nama Anwar Hafid menandakan adanya persepsi positif publik terhadap kepemimpinan daerah yang dinilai prestatif dan tidak berjarak dari masyarakat. Menurutnya, nama Anwar Hafid diharapkan publik masuk dalam kontestasi pilpres, meskipun tokoh populer di kalangan kepala daerah cukup banyak tetapi tidak semuanya masuk dalam harapan publik.
“Ada pesan prestatif yang dianggap publik positif. Nama Anwar Hafid diharapkan publik masuk di kontestasi Pilpres. Tokoh populer di kalangan kepala daerah cukup banyak, tetapi tidak semua masuk dalam harapan publik,” kata Dedi dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Dedi mengungkapkan penilaian positif masyarakat terhadap Anwar Hafid tidak lepas dari rekam jejaknya dalam mengelola Sulawesi Tengah sebagai provinsi strategis di sektor industri, investasi, dan hilirisasi sumber daya alam, yang diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Selain faktor kinerja pembangunan daerah, Dedi menyoroti pergeseran tren sosiologis pemilih yang kini cenderung mendambakan sosok pemimpin inklusif dan responsif terhadap aspirasi akar rumput. Gaya memimpin turut memengaruhi pilihan publik.
“Gaya memimpin turut memengaruhi, tren yang terbangun sekarang adalah pemimpin yang dekat atau melebur bersama masyarakat, tidak elitis, dan ekspresif menunjukkan kasih sayang kepada rakyat,” terang Dedi.
Perlu dicatat, angka-angka dalam survei ini merupakan potret opini publik pada periode survei, bukan hasil pemilihan. Bursa capres 2029 masih sangat dinamis dan dapat berubah seiring dinamika politik, kinerja tokoh, serta peristiwa yang terjadi menjelang kontestasi.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menjadi satu-satunya kepala daerah asal Pulau Sulawesi yang namanya masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2029 berdasarkan hasil survei terbaru lembaga Indonesia Political Opinion (IPO).
- Sejumlah tokoh nasional lainnya mencatatkan tingkat dukungan yang bervariasi, yakni Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, Mahfud MD 2,9 persen, dan Pramono Anung 2,5 persen.
- Menurutnya, nama Anwar Hafid diharapkan publik masuk dalam kontestasi pilpres, meskipun tokoh populer di kalangan kepala daerah cukup banyak tetapi tidak semuanya masuk dalam harapan publik.
- Dedi mengungkapkan penilaian positif masyarakat terhadap Anwar Hafid tidak lepas dari rekam jejaknya dalam mengelola Sulawesi Tengah sebagai provinsi strategis di sektor industri, investasi, dan hilirisasi sumber daya alam, yang diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
- Selain faktor kinerja pembangunan daerah, Dedi menyoroti pergeseran tren sosiologis pemilih yang kini cenderung mendambakan sosok pemimpin inklusif dan responsif terhadap aspirasi akar rumput.


