ACEH UTARA – Proses Belajar Mengajar bagi pelajar di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara tetap berlangsung pada pekan pertama Ramadan, yakni 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
Kepala Disdikbud Aceh Utara, Jamaluddin kepada AJNN mengatakan pelajar melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah dan masyarakat sesuai tugas dari satuan pendidikan dari 18-21 Februari 2026.
Selain itu, kata Jamaluddin, siswa juga diarahkan untuk fokus pada program tahfiz Alquran untuk mencetak generasi Qurani selama Ramadan. Hal ini menurutnya sesuai arahan Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil.
Murid sekolah dasar (SD) bakal diarahkan untuk fokus menghafal juz 30 atau Juz Amma. Sementara pelajar SMP menghafal juz 29 dan juz 30.
Jadwal pembelajaran dimulai dari pukul 08.00 WIB dan berakhir 12.00 WIB di sekolah masing-masing.
“Bagi siswa non-Muslim agar melaksanakan kegiatan bimbingan rohani sesuai dengan keyakinannya,” ujar Jamaluddin.
Khusus bagi sekolah terdampak banjir, baik yang masih belajar mengajar di bawah tenda darurat, ruang kelas darurat, atau wilayah belum pulih dari dampak banjir, akan diutamakan belajar program Tahfiz Alquran dan materi Dinul Islam. Sementara durasi pembelajaran lebih fleksibel.
“Kemudian adaptasikan fasilitas, yakni praktik ibadah seperti wudhu dapat menggunakan tayamum jika ketersediaan air bersih di lokasi darurat terbatas, sesuai dengan materi penilaian praktik ibadah,” kata Jamaluddin.
Para guru diharapkan menyelipkan program trauma healing di sela-sela kegiatan belajar untuk memulihkan semangat siswa terdampak bencana.
“Jika kondisi tenda tidak memungkinkan untuk berkumpul dalam jumlah banyak, pembelajaran dapat dilakukan melalui penugasan mandiri yang dipantau oleh orang tua,” imbuhnya.***


