Wednesday, 4 November 2026
Nanggroe

Tarmizi Age Usulkan Sabang Jadi Pelabuhan Tol Laut Internasional Penghubung Indonesia-Eropa

Tarmizi Age berbicara sambil mengangkat satu jari saat menyampaikan pendapat

Tarmizi Age mengusulkan agar pemerintah Indonesia membangun Pelabuhan Tol Laut Internasional di Sabang, Aceh. Usulan itu ia sampaikan pada Selasa, 3 November 2026, dengan alasan posisi geografis Aceh yang berada di ujung barat Indonesia sangat strategis untuk dijadikan pintu gerbang perdagangan maritim nasional menuju pasar Eropa.

Tarmizi dikenal sebagai mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang pernah berada di Denmark dan disapa Almukarram. Ia juga merupakan inisiator Aceh Goet. Dalam pandangannya, Kota Sabang di Pulau Weh, termasuk kawasan pulau terluar seperti Pulau Rondo dan Pulau Benggala, menempati posisi penting dalam jalur pelayaran internasional sehingga layak dikembangkan menjadi pelabuhan berskala internasional.

“Sabang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pelabuhan internasional yang menghubungkan perdagangan Indonesia dengan Eropa,” kata Tarmizi. Ia menambahkan, posisi geografis Aceh harus bisa dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi nasional, bukan sekadar letak di peta.

Menurut Tarmizi, pelabuhan tol laut internasional berfungsi sebagai simpul kegiatan bongkar muat barang berskala besar, layanan ekspor-impor, serta pelayanan pelayaran lintas negara dan lintas benua. Dengan simpul seperti itu di Sabang, berbagai komoditas unggulan dari daerah-daerah di Indonesia dapat dikonsolidasikan terlebih dahulu melalui satu pintu sebelum dikirim ke pasar Eropa.

Arus sebaliknya pun ia gambarkan dengan cara yang sama. Barang-barang dari Eropa dapat masuk melalui Sabang lalu didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia. Skema dua arah ini, menurutnya, akan membuat arus perdagangan menjadi lebih teratur sekaligus membuka jangkauan pasar yang lebih luas bagi produsen di daerah.

Indonesia, kata Tarmizi, memiliki kekayaan sumber daya alam dan beragam produk unggulan yang berpotensi menembus pasar Eropa. Namun potensi itu membutuhkan dukungan infrastruktur pelabuhan dan konektivitas maritim yang memadai agar arus perdagangan internasional berjalan lancar dan berdaya saing.

“Bayangkan jika pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia dapat mengirimkan hasil produksi dan komoditasnya melalui Sabang untuk selanjutnya dipasarkan ke negara-negara Eropa,” ujarnya. “Ini tentu dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia,” katanya.

Bagi Tarmizi, pembangunan pelabuhan internasional di Sabang tidak hanya soal menambah aktivitas ekspor dan impor. Ia menempatkannya sebagai bagian dari strategi memperkuat stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia, serta memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara lain. Usulan ini kini menjadi bahan diskusi publik tentang bagaimana Aceh dapat mengambil peran lebih besar dalam perdagangan maritim Indonesia.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Tarmizi Age mengusulkan pembangunan Pelabuhan Tol Laut Internasional di Sabang, Aceh, yang ia sampaikan pada Selasa, 3 November 2026.
  • Alasan usulannya adalah posisi geografis Aceh di ujung barat Indonesia yang strategis sebagai pintu gerbang perdagangan maritim nasional menuju Eropa, dengan Sabang, Pulau Rondo, dan Pulau Benggala berada di jalur pelayaran internasional.
  • Pelabuhan tersebut diusulkan menjadi simpul bongkar muat skala besar, ekspor-impor, dan pelayaran lintas negara, tempat komoditas unggulan daerah dikonsolidasikan sebelum dikirim ke Eropa dan sebaliknya.
  • Menurut Tarmizi, pelabuhan internasional di Sabang dapat memperkuat stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan daya saing perdagangan, dan memperluas hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *