Sunday, 1 November 2026
Politik

Masyarakat Diminta Aktif Kawal Implementasi Asta Cita dalam Refleksi Dua Tahun di Manado

Sejumlah peserta duduk memperhatikan jalannya sebuah diskusi di dalam ruangan

PPK Mando menggelar diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita bertema Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru di salah satu hotel di Kota Manado, Sabtu 31 Oktober 2026. Dalam forum itu, masyarakat diminta aktif mengawal implementasi Asta Cita agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke daerah.

Asta Cita adalah delapan misi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi arah pembangunan nasional. Memasuki tahun kedua pemerintahan, berbagai program prioritas telah berjalan, mulai dari pemenuhan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, hingga pembangunan ekonomi yang merata. Refleksi dua tahun menjadi momentum untuk menilai apa yang sudah berjalan, apa yang masih tersendat, dan apa yang perlu diperbaiki.

Tema yang dipilih dalam diskusi di Manado bukan tanpa alasan. Toleransi adalah fondasi kehidupan bersama di tengah masyarakat yang beragam, sementara ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Manado sebagai kota pesisir memiliki kedekatan langsung dengan kedua tema itu: kerukunan antarumat beragama menjadi modal sosial, sedangkan laut menjadi sumber penghidupan yang harus dijaga kelestariannya.

Ajakan agar masyarakat aktif mengawal implementasi Asta Cita berangkat dari kesadaran bahwa program pemerintah tidak akan berjalan sendiri. Pengawasan publik dibutuhkan untuk memastikan anggaran tepat sasaran, pelayanan publik membaik, dan janji-janji pembangunan tidak berhenti di atas kertas. Masyarakat yang kritis dan terlibat adalah mitra pemerintah, bukan sekadar penerima program.

Diskusi publik menjadi salah satu wadah pengawalan tersebut. Dalam forum semacam ini, warga, akademisi, dan pemangku kepentingan dapat bertukar pandangan, menyampaikan keluhan, serta merumuskan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah. Refleksi yang hanya berisi pujian tanpa evaluasi tidak akan menghasilkan perbaikan, sementara kritik yang disertai solusi dapat mendorong perubahan nyata.

Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk menilai arah, tetapi belum cukup untuk menuntaskan seluruh agenda pembangunan. Karena itu, refleksi di Manado ini juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah masih banyak, mulai dari pemerataan layanan dasar, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi lokal yang bertumpu pada potensi daerah masing-masing.

Bagi masyarakat Sulawesi Utara, pesan diskusi ini relevan secara langsung. Toleransi yang terawat menjaga stabilitas sosial, dan ekonomi biru yang dikelola dengan baik membuka lapangan kerja di sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata pesisir. Keduanya membutuhkan peran aktif warga, bukan hanya pemerintah, agar manfaatnya berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

Pada akhirnya, Asta Cita akan dinilai bukan dari dokumen perencanaan atau pidato seremonial, melainkan dari perubahan yang dirasakan warga sehari-hari. Diskusi publik di Manado menegaskan satu hal: mengawal implementasi adalah tanggung jawab bersama, dan masyarakat yang aktif adalah kunci agar cita-cita pembangunan benar-benar menjadi kenyataan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • PPK Mando menggelar diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita di Kota Manado pada 31 Oktober 2026.
  • Tema diskusi adalah Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru.
  • Asta Cita adalah delapan misi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Masyarakat diminta aktif mengawal implementasi Asta Cita agar manfaat program dirasakan hingga ke daerah.
  • Diskusi publik menjadi wadah warga menyampaikan pandangan dan rekomendasi kepada pemerintah.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *