Wednesday, 28 October 2026
Prestasi

Siswa MTsN 3 Aceh Tengah Tembus 30 Besar Nasional OMI Riset 2026 Berkat Riset Kopi Gayo

Buah kopi hijau yang masih muda tumbuh di cabang tanaman kopi di perkebunan

Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Tengah, Khairil Alfansa, menembus babak 30 besar nasional ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026. Ia dijadwalkan mengikuti tahap presentasi final di tingkat nasional pada 13–15 November 2026 mendatang.

Khairil lolos setelah proposal penelitiannya dinilai unggul oleh dewan juri. Proposal itu berjudul Model Resiliensi Ekosistem Kopi Gayo: Integrasi Fikih Lingkungan dan Agroforestri Adaptif di Kabupaten Aceh Tengah. Riset ini memadukan sains pertanian modern dengan etika keagamaan guna mengatasi krisis ekologis yang mengancam perkebunan kopi Arabika di dataran tinggi Gayo.

Latar belakang riset ini berangkat dari persoalan nyata di kebun kopi Gayo. Guru pembimbing riset, Musaradi, menjelaskan bahwa kenaikan suhu mikroiklim memicu migrasi hama penggerek buah kopi (PBK) ke elevasi yang lebih tinggi, yakni 1.400 meter di atas permukaan laut, sementara cuaca ekstrem menurunkan kualitas biji kopi. Dua ancaman itu, bila dibiarkan, dapat menggerus penghidupan petani kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi dataran tinggi Gayo.

Untuk mengatasinya, Khairil menawarkan solusi ganda. Pertama, penerapan agroforestri menggunakan pohon pelindung lamtoro dengan rasio 4:1, yang terbukti menurunkan suhu kebun sebesar 2–4 derajat Celsius dan meningkatkan penyerapan air. Kedua, penguatan kesadaran konservasi melalui Fiqh al-Bi’ah atau Fikih Lingkungan, serta Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 4 Tahun 2019 tentang pelarangan perusakan lingkungan. Perpaduan sains dan nilai keagamaan inilah yang membuat proposalnya menonjol di mata juri.

Kepala MTsN 3 Aceh Tengah, Ihsan Fahri, menyampaikan kebanggaannya atas capaian Khairil. Saat ini, sekolah fokus pada pemantapan materi presentasi, penguasaan argumentasi ilmiah, simulasi sesi tanya jawab, serta pemantapan mental bertanding, agar Khairil siap mempertahankan gagasannya secara meyakinkan di hadapan dewan juri nasional. Dukungan penuh juga diberikan mulai dari pembinaan hingga akomodasi keberangkatan tim menuju babak final.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Syahria Putraga, menilai prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam pemahaman ilmu agama, tetapi juga mampu berpikir kritis dan saintifik serta melahirkan solusi konkret atas permasalahan lingkungan hidup dan iklim yang dihadapi daerahnya. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong karya-karya inovasi siswa yang berakar pada kearifan lokal Gayo, ilmu pengetahuan modern, serta nilai-nilai ekoteologi Islam, melalui pembinaan berkala bagi siswa dan guru bersama Forum GTK Berdedikasi Intelektual dan Cerdas (BICER).

Capaian Khairil menjadi kabar gembira bagi Aceh Tengah dan dunia pendidikan madrasah Aceh. Dari Takengon, seorang siswa membawa gagasan penyelamatan kopi Gayo ke panggung nasional, membuktikan bahwa riset yang lahir dari persoalan lokal bisa bersaing di tingkat tertinggi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Siswa MTsN 3 Aceh Tengah Khairil Alfansa menembus babak 30 besar nasional ajang OMI Riset 2026.
  • Proposalnya berjudul Model Resiliensi Ekosistem Kopi Gayo: Integrasi Fikih Lingkungan dan Agroforestri Adaptif di Kabupaten Aceh Tengah.
  • Riset ini menjawab ancaman kenaikan suhu mikroiklim, migrasi hama penggerek buah kopi ke elevasi 1.400 mdpl, dan cuaca ekstrem yang menurunkan kualitas biji kopi.
  • Solusinya memadukan agroforestri pohon pelindung lamtoro rasio 4:1 dengan Fikih Lingkungan dan Fatwa MPU Aceh Nomor 4 Tahun 2019.
  • Tahap presentasi final tingkat nasional dijadwalkan pada 13–15 November 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *